BERITA
  • 26 Juni 2022
  • 0 Komentar
  • 54 Kali Dilihat
PENJABAT BUPATI PRINGSEWU LAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DI GAPOKTAN SECANCANAN PEKON SUKARATU

Penjabat Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah, SE,MM pada Kamis (23/6/2022), melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Gapoktan Secancanan, Pekon Sukaratu Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu. Kegiatan ini juga dihadiri, Ketua DPRD Kab Pringsewu, Inspektur Kab. Pringsewu , beberapa OPD dan Camat di Kab. Pringsewu serta Ketua Gapoktan, Poktan, KTNA Kab. Pringsewu

Penjabat Bupati Pringsewu menyampaikan, keberadaan Lumbung Pangan Masyarakat diarahkan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Di sisi lain, peranan sosial  Lumbung Pangan Masyarakat berfungsi sebagai cadangan pangan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, gangguan produksi pada musim kemarau, dan keadaan darurat.

Pada Tahun Anggaran 2022 ini, Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Ketahanan Pangan telah memperoleh Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementan RI  berupa Pembangunan Infrastruktur Lumbung beserta sarana pendukungnya, yang terdiri dari Pembangunan Rumah Rice Milling Unit (RMU), Pembangunan Lumbung Pangan, Pembangunan Lantai Jemur, Mesin Bed Dryer, dan Mesin RMU.

Adapun Kelompok Penerima bantuan tersebut terdiri dari 5 (lima) Gapoktan  di 5 (lima) Kecamatan yaitu :
1. Gapoktan Secancanan Pekon Sukaratu Kec. Pagelaran,
2. Gapoktan Sido Makmur Pekon Panjerejo Kec Gadingrejo,
3. Gapoktan Rukun Sejahtera Pekon Sukorejo Kec. Pardasuka,
4. Gapoktan Fajar Tani Pekon Fajar Esuk Kec. Pringsewu,
5. Gapoktan Sari Pelita Jaya Pekon Ambarawa Barat Kec. Ambarawa.

Dan pada hari ini secara simbolis dilakukan Peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur lumbung pangan  di Gapoktan Secancanan Kec. Pagelaran mewakili gapoktan  penerima manfaat lainnya.

Dalam kesempatan yang sama , Mokhamad Khotim, SE,  Selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Pringsewu menambahkan Keberadaan lumbung pangan berfungsi sebagai cadangan pangan masyarakat untuk menjaga ketersediaan dan akses pangan masyarakat khususnya bagi para petani, yang peranannya sebagai penyedia pangan juga sekaligus merupakan konsumen pangan.

Masih menurut Khotim, pembuatan lumbung pangan tersebut pihaknya menyerahkan kepada masyarakat setempat (Gapoktan Penerima Bantuan) dengan sistem swakelola dan gapoktan tersebut bertanggung jawab penuh atas proses pembangunan itu.

"Semoga saja setelah selesai pembangunan lumbung pangan ini, anggota Gapoktan Penerima Bantuan khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya bisa mendapatkan manfaatnya,” pungkas Khotim